Hulu Sungai Tengah — Pagi belum sepenuhnya beranjak ketika rombongan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tergabung dalam KKG PAI Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) berkumpul dengan semangat. Sabtu, 16 Mei 2026, bukan sekadar hari libur biasa. Hari itu dicatat sebagai sebuah perjalanan penting—sebuah perpaduan antara rihlah spiritual, peningkatan kapasitas keilmuan, dan momentum perpisahan.
Mengusung tema besar "Refleksi Peningkatan Kompetensi Guru PAI dalam Pembelajaran Mendalam", KKG PAI HST sengaja mengemas kegiatan ini dalam konsep wisata religi yang tidak hanya menyegarkan pikiran, tetapi juga memberi nutrisi bagi raga dan jiwa.
Tak tanggung-tanggung, agenda besar ini diikuti oleh 61 Peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah berlatar belakang PAI dan Guru PAI Jenjang SD. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen yang kuat untuk terus bertumbuh demi kemajuan pendidikan Islam di Bumi Murakata.
Menjemput Berkah Allah SWT di Bumi Kelampayan
Ziarah ini bukan sekadar tradisi, melainkan sebuah refleksi mendalam. Para guru diajak untuk meneladani kegigihan Datu Kelampayan dalam menyebarkan ilmu agama, sebuah spirit yang harus diadopsi oleh setiap guru PAI modern dalam menghadapi tantangan zaman. Keikhlasan dan kedalaman ilmu sang ulama menjadi cermin bagi para pendidik untuk mengevaluasi kembali niat dan dedikasi mereka di dalam ruang kelas.
Jack Kolam Bincau: Refleksi, dan Sinergi Lintas Instansi
Usai membasuh jiwa di Kelampayan, rombongan bergerak menuju Martapura, tepatnya ke Jack Kolam Bincau. Suasana alam yang asri dengan gemercik air kolam dan hembusan angin sepoi-sepoi menjadi latar belakang yang sempurna untuk acara puncak yang sarat makna.
Acara inti di Bincau ini terasa semakin istimewa dan bernilai penting karena dihadiri langsung oleh pejabat dari dua instansi pembina. Tampak berhadir Kepala Seksi (Kasi) PAI Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten HST beserta jajarannya, serta Kasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten HST. Kehadiran lintas instansi ini menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap penguatan kompetensi pendidik agama Islam.
Acara dibuka dengan penyampaian laporan oleh Ketua Panitia Pelaksana, Bapak Muhammad Ikhwanul Kiram, S.Pd. Di hadapan seluruh hadirin dan tamu undangan, beliau memaparkan esensi dari tema kegiatan yang diangkat.
"Kegiatan ini sengaja kita desain berbeda. Kita ingin melepaskan penat sejenak, namun pulang membawa isi yang penuh. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang kita refleksikan hari ini menuntut kita sebagai guru PAI untuk tidak lagi mengajar secara tekstual semata. Kita harus mampu menyentuh aspek afektif siswa, membawa mereka memahami Islam secara komprehensif dan damai. Terima kasih yang tak terhingga kepada Kasi PAI Kemenag beserta jajaran, Kasi GTK Dinas Pendidikan, serta ke-61 rekan-rekan Guru PAI SD yang telah meluangkan waktu dan menyukseskan agenda besar ini," papar Bapak Muhammad Ikhwanul Kiram dengan lugas.
Suasana yang semula santai dan penuh tawa seketika berubah khidmat dan diselimuti rasa haru ketika agenda memasuki sesi perpisahan. Hari itu, KKG PAI HST secara resmi melepas dua sosok penting yang selama bertahun-tahun menjadi pilar, pembimbing, dan orang tua bagi para guru PAI. Mereka adalah dua Pengawas PAI yang memasuki masa purna tugas: Bapak H. Harliansyah, S.Pd. dan Bapak Drs. H. Muhammad Abduh, MM.
Ketua KKG PAI Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Bapak Usman, S.Pd.I menyampaikan pesan dan kesan mendalam atas purnanya tugas kedua mentor terbaik mereka.
"Sangat sulit mencari kata-kata yang pas untuk menggambarkan betapa besarnya jasa Bapak H. Harliansyah dan Bapak H. Muhammad Abduh bagi perkembangan mutu pendidikan Islam di Hulu Sungai Tengah," ujar Bapak Usman mengawali sambutannya.
"Bagi kami di KKG, beliau berdua bukan sekadar pengawas yang memeriksa kelengkapan administrasi. Beliau adalah orang tua yang selalu mengayomi, guru yang tidak pelit berbagi ilmu, dan motivator yang selalu meyakinkan kami saat kami merasa lelah mengajar. Dedikasi, kedisiplinan, dan keramahan yang beliau contohkan adalah warisan terbaik yang akan selalu kami jaga."
Melanjutkan pesannya di hadapan para pejabat Kemenag dan Dinas Pendidikan, Bapak Usman mengajak 61 guru yang hadir untuk menjadikan momentum ini sebagai pemacu semangat. "Mari kita jadikan air mata perpisahan hari ini sebagai komitmen. Sepulang dari kegiatan refleksi ini, tidak ada lagi guru PAI HST yang bermalas-malasan. Kita harus melanjutkan estafet perjuangan dan kebaikan yang telah ditanamkan oleh Bapak Harliansyah dan Bapak Muhammad Abduh di kelas-kelas kita masing-masing."
Pelepasan yang Berkesan di Sanubari
Acara pun mencapai puncaknya saat penyerahan cindera mata sebagai tanda kasih, penghormatan, dan penghargaan yang setinggi-tingginya dari KKG PAI HST kepada kedua pengawas. Prosesi ini disaksikan langsung dengan penuh khidmat oleh Kasi PAI Kemenag HST dan Kasi GTK Dinas Pendidikan HST.
Meskipun secara kedinasan Bapak H. Harliansyah, S.Pd. dan Bapak Drs. H. Muhammad Abduh, MM. telah purna tugas, namun dedikasi dan cinta yang mereka tanamkan dalam dunia pendidikan PAI di Kabupaten Hulu Sungai Tengah akan tetap tumbuh, berakar, dan berbuah kebaikan di masa depan.
Selamat memasuki masa purna bakti, para gurunya guru. Perjalanan di 16 Mei 2026 ini akan selalu dikenang sebagai hari di mana spiritualitas dipertebal, kompetensi ditingkatkan, sinergi instansi diperkuat, dan rasa kekeluargaan diikat semakin kuat.
2 Komentar
Alhamdulillah, semoga kita semua bisa menjalankan tugas kita sampai masa purna tugas nanti, amiiiin
BalasHapusAlhamdulillah kegiatan yang menginspirasi untuk semua
BalasHapus